Tampilkan postingan dengan label puisi santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi santri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011



denting


dibalik lembutnya sutra yang ditenun dari tangan2 tua wajah hatimu aq bersembunyi.
 diantara anggun dan wangi tubuhmu yang memerah karena malu aq bersandar
 menatap sayu mata layu berair dan penuh haru
  menengadah diantara bunyi2 dentingan besi dari lonceng2 biara
 menghangatkan ingatanku atas setiap rasa sakit yang pernah kau himpun dan kau hujamkan tepat disebelah kiri dadaku
  aq telah menyatu dengan jiwamu, hingga setiap titik airmatamu yang jatuh kebumi mampu menggetarkan hatiku, seperti lonceng2 biara yang berbisik mengusik jiwa yang kau tahu telah mati bertahun tahun yang lalu.

Selasa, 13 Desember 2011

paduan senyum dan sinar matamu begitu sempurna,
kau hadiahkan suaramu seperti gamelan sinden jawa
yang mampu membuat anak2mu terlelap dan bermimpi menjadi raja brawijaya.





Jumat, 09 Desember 2011

ra iso pangling

pengen sedino karo sliramu, crito lan madakno loro seng wes dunung sebabe
pengen sedino ngrangkul awakmu, ndekek sirahku seng wes gak lumrah abote.
pengen sedino ora wedi kelangan awakmu, lumrahe sirsiran seng wes suwe ora ketemu wujute
pengen ngambung pipimu, seng ora weda'an neng katon ayu gak ono padane


pengen mbok cekel tanganku, karo ngongkon aku sabar karo uripku
pengen rasane tangisku mbok adai ng tanganmu
pengen rasane mbok critani karo turu neng antarane dadamu.


tenan, aq ra pangling karo awakmu
merem motoku tambah soyo gamblang pengelengku


duh gustiii...panggihaken kulo..marang tiyang engkang kulo tresnani,
kulo mboten kiat kaleh tresno engkang panjenengan sukani.
raos tresno puniko kadoso mboten saget maleh kulo benjani...

cermin

pernah aq mencibir temanku yang mengagung-agungkan seorang musisi
pelantun kisah cinta yang setiap fotonya dipampang didinding kamar dengan berbagai pose
tak henti-hentinya decak kagum dia ungkapkan padaku dalam berbagai versi cerita pertemuan
dari konser ke konser dan temu fans yang dianggapnya momen paling bersejarah dalam hidupnya.
aq bilang, "sampai kapan kamu dobodohi modus bisnis selebritis" ha..!
dan ribuan alasan menyeruak, membela, seolah dia pernah menolongmu saat terkena musibah.
hufh.. konyoll..
aq menaruh cermin di mukaku, mengamatinya, mencoba mengagumi diriku sendiri.
tak kutemukan satupun alasan, selain diriku yang pongah, dan tak mau mengerti.
tak ada satupun kebahagiaan pernah terlukis dikerutku
tak sekalipun bibirku berkata-kata manis bernada picisan.
heran aq, sejak kapan aq menjadi seperti ini?,
berkepala batu dan tak punya hati,
sejak kapan aq menjadi seperti ini?,
dengan kasar aq benturkan cermin ditanganku kedinding..
pyar...............
diam aq
tersadar aq,
pernah bahagia dengan sikap konyol itu.
saat mengagumi seorang perempuan  dengan segunung cinta dan segudang cemburu.

senandung usia

senandungmu, menimang imajinasi seolah berayun, maafkan aq, jika cintaku seperti harta karun dan dijaga sekawanan bajak laut seperti dongeng dalam parodi dan opera. aq hanya bingung harus aq bawa kemana semua rasa ini, karena bertemu denganmu berarti harus menerjang badai dan kapal yang aq bawa sudah lapuk diterpa usia

Kamis, 08 Desember 2011

Melihat celah kecil dinding kamarmu

mengendap dijalan kecil samping rumahmu saat magrib
seolah merayap namun tak berhenti menginjak pecahan genting
kripyakk....,
terdiam aq masih selangkah lagi aq bertemu dengan lobang kecil di dinding kamarmu..
selangkah yang menentukan, dan saat aku telah sampai, kau telah lebih dulu mengintipku dari balik celah kecil di dinding kamarmu..









Senin, 05 Desember 2011

rindu

aq ingat sebait katamu bukan kata cinta namun lebih indah dari itu bukan hasrat namun membuat rasaku membuncah . kekasih hatiku, yg terlalu lama menunggu dibalik kata-kata palsu. sebait kalimat rindu, yang dibungkus dengan rajutan amarah dan gairah berwarna merah, seperti warna pipimu ketika sedang tersipu malu

Selasa, 29 November 2011

kekasih

kaulah yang tercantik, dengan kemanjaanmu aku takluk,
dengan kepatuhanmu aq bersimpuh
dua kali, dan bahkan kesekian kalinya jikalau tuhan membuatmu ada untukku,


serapahmu atas cemburu yang memaksa
dan tak lama kau tinggalkan aq untuk kesekian kalinya.


masih berharap engkau ada
tak tahu apa yang akan aku minta


masih berharap waktu dapat kembali
padahal jawaban itu tak pernah ada


aq hanya mampu berharap kau kembali untukku, karena hanya engkau kekasihku
yang pernah aq cintai

Kamis, 16 Juni 2011

serupa kemarau

lirik lagu yang kau ciptakan menggumam di otak primitifku
menyanyikanya walau tak ingin aku terlarut...
sebaris nada berirama minor itu menggertak masa remajaku yang bernuansa melayu,
saat semua berhenti memanggilku bocah
dan dunia mengenalkanku pada kearifan rasa dan fungsi air mata.


serupa musim, hati ini berkompetisi dengan waktu dan wajahku yang semakin berkerut.
tak mampu kubalikkan situasi pada jam yang sama diwaktu dulu.
serupa kemarau cinta ini mengeringkan setiap mata air disekelilingku.
serasa ingin kuminum keringatku yang terasa asin menyentuh sudut bibirku.


rasa sakit ini mengingatkanku, pada setiap salahku telah berhenti mengingatmu.
rasa sakit ini mengingatkanku, betapa tlah cukup aq memanipulasi kata2 cinta
rasa sakit ini menegaskan rasa cintaku benar2 ada untukmu.


lazimnya aq meminta maaf, tapi aq tak sekonyol itu.
tak kulihat kau memintaku seperti dulu. menata rambutku agar sedikit rapi walaupun
itu tidak merubah wajahku sedikitpun.


dan hari ini aq sadar, aq takkan mendapatkanya kembali, sentuhanmu yang seolah biji gerimis
yang sejuknya membuatku tak pernah ingin berteduh.


karena hari ini tlah tiba waktuku untuk segera dilupakan.
tlah tiba masanya, barang yang usang ditata rapi di lemari yang paling belakang.
dan aku akui, akulah yang saat ini engkau tinggalkan..

Senin, 13 Juni 2011

surat cinta

tak pandai aku mengilustrasikan kehendakku yang rapuh
menjadikanmu bunga teratai biru yang dikenang namun hidup diatas kolam
dan terus mengambang.
kekecewaan terhambur dari setiap sudut hatimu seperti gema takbir yang meluluhlantakkan
setiap ambisi dan kesombonganku yang terus memuja diriku sendiri.
setiap kalimatnya seperti surat cinta yang tak pernah berhenti memuji namun sunyi meratap.
surat cinta ini, adalah wajah dari hati yang tak berhenti melatih rasa.
berimajinasi bahwa engkau saat ini berada didepanku, mengatakan isi setiap paragraph tulisanmu
dan aku menyahutinya dengan belaian tanganku yang membasuh setiap inchi tubuhmu.

Sabtu, 11 Juni 2011

seperti caraku

aq pernah mendengar nama bunga yang dipuji para pemuja ketinggian
edelweis, kering namun hidup seperti mati melukiskan keabadian.
konon memetiknya untuk kekasih adalah keberanian yang dihadiahkan
untuk kebadian cinta karena meraihnya harus mendaki dan mengambilnya ditepi jurang.

sebagian lagi kawanku bilang, ahh..itu terlalu dibesar-besarkan.
katanya.. hanya dengan selembar uang kertas kita dapat membelinya beberapa batang.
aq berfikir, tentangmu dan edelwis,
cinta yang kuhadiahkan untukmu bukanlah seperti bunga yang istimewa itu.
aq memberikan cintaku seperti aq mengumpulkan setiap titik keberanianku
untuk mendaki dan mengais bunga itu.
iya, sebuah pengorbanan yang mungkin tidak perlu diakui karena inilah cinta
hanya kerelaan dan rasa percayaku padamu, yang membuat aq mampu melakukanya.
sehingga ketika aq bertemu dan kamu bertanya, lasan apa yang membuat aq mencintaimu,
jawabanku adalah, seperti orang yang mengambil bunga ini ditepi jurang, yang difirkanya hanya dua hal,
kerelaan dan kepercayaan yang memberikanku keberanian yang tak terbatas.

lukamu

tak terbantahkan, aq tlah menyakitimu.
setiap pedihnya adalah ulahku.
tak terkirakan rasa itu, percayalah aq pernah menjadi sepertimu
dada ini serasa ditumbuk batu pualam tak kenal ampun merajam.

betapa aku mengerti setiap detil kekecewaan,
setiap sumpah serapah yang kita ucapkan
adalah rasa cinta yang terdalam
yang pernah kita miliki dan kita ungkapkan

kesimpulanku,
rasa cinta itu,
tidak hanya dapat kita rasakan dari kasih sayang
tapi rasa cinta itu juga dapat kita rasakan
pada hati yang terluka dan saat tak ada lagi harapan.

Rahasia

seperti barisan poto masa kecilku kusam dan berjajar
meratap di dinding keropos dengan atap menembus langit.

hujan menyentuhnya, menghapus setiap warnanya
memudar seperti janji pria muda yang baru datang dari kota
dan menggebu-nggebu mengobral cinta.

seperti foto klasik masa kecilku
ditimbun debu dibalik dinding keropos rumahku kau mengingatku
seperti air hujan kau menghapus warnaku dari setiap dinding hatimu
yang seolah tulus tapi jujur mengakui aku adalah benalu.

rasaku menjelma menjadi rahasia didalamnya seperti intuisi
yang hanya dapat dibaca melalui isyarat
seperti saat jibril menyampaikan wahyu pada para nabi
merahasia cintanya kedalam makna-makna
seperti kalimat dalam kitab suci yang berbeda penafsiranya
dari ulama satu dan ulama lainya.

Hasrat

mencuri pandang, dibalik senyum sapamu
gadis romanku yang penuh hasrat dan segunung cemburu
merajuk dengan jari-jari lentik menyentuh pundakku.
kamu tahu, aq juga begitu menginginkamu
hingga hangat nafasmu aku dengar seperti kata-kata cinta
yang baru kali itu kudengar dari mulut seorang wanita

Senin, 23 Mei 2011

biarlah tumpah

dulu kau paksa aq menggenggam hatiku yang runtuhdengan kalimat iba dan belas kasih.
kau berjanji atas nama tuhan,
menghadiahkanku kebahagiaan dan kelembutan tanpa syarat
seperti malaikat yang tak boleh berinisiatif dan hanya menerima mandat.
tak seharusnya maafmu kuterima saat itu.
seharusnya aq biarkan air matamu tumpah
karena itu adalah hadiah atas semua perlakuanmu

Minggu, 22 Mei 2011

ketulusan bagiku

aq sudah berhenti menafsirkan mimpi
berjudi dengan logika
meraba hasrat lawan bicaraku
yang semakin piawai bermain rasa
tipu muslihat ini
membuatku terasing dan kesepian
kejujuran yang melegakan hati
sebuah kalimat asli yang tak mudah diproduksi
oleh rajutan karya sastra yang hiberbolis
aq telah mengamini kehendakku
merelakanya membuat teori-teori tentang alam semesta
aq telah menundukkan kepalaku
mengakui setiap ambisiku  hanyalah imajinasi
aku telah menutup mataku dan berbicara dengan nurani.