Sabtu, 11 Juni 2011

seperti caraku

aq pernah mendengar nama bunga yang dipuji para pemuja ketinggian
edelweis, kering namun hidup seperti mati melukiskan keabadian.
konon memetiknya untuk kekasih adalah keberanian yang dihadiahkan
untuk kebadian cinta karena meraihnya harus mendaki dan mengambilnya ditepi jurang.

sebagian lagi kawanku bilang, ahh..itu terlalu dibesar-besarkan.
katanya.. hanya dengan selembar uang kertas kita dapat membelinya beberapa batang.
aq berfikir, tentangmu dan edelwis,
cinta yang kuhadiahkan untukmu bukanlah seperti bunga yang istimewa itu.
aq memberikan cintaku seperti aq mengumpulkan setiap titik keberanianku
untuk mendaki dan mengais bunga itu.
iya, sebuah pengorbanan yang mungkin tidak perlu diakui karena inilah cinta
hanya kerelaan dan rasa percayaku padamu, yang membuat aq mampu melakukanya.
sehingga ketika aq bertemu dan kamu bertanya, lasan apa yang membuat aq mencintaimu,
jawabanku adalah, seperti orang yang mengambil bunga ini ditepi jurang, yang difirkanya hanya dua hal,
kerelaan dan kepercayaan yang memberikanku keberanian yang tak terbatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar