Rabu, 14 Desember 2011



denting


dibalik lembutnya sutra yang ditenun dari tangan2 tua wajah hatimu aq bersembunyi.
 diantara anggun dan wangi tubuhmu yang memerah karena malu aq bersandar
 menatap sayu mata layu berair dan penuh haru
  menengadah diantara bunyi2 dentingan besi dari lonceng2 biara
 menghangatkan ingatanku atas setiap rasa sakit yang pernah kau himpun dan kau hujamkan tepat disebelah kiri dadaku
  aq telah menyatu dengan jiwamu, hingga setiap titik airmatamu yang jatuh kebumi mampu menggetarkan hatiku, seperti lonceng2 biara yang berbisik mengusik jiwa yang kau tahu telah mati bertahun tahun yang lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar