seperti barisan poto masa kecilku kusam dan berjajar
meratap di dinding keropos dengan atap menembus langit.
hujan menyentuhnya, menghapus setiap warnanya
memudar seperti janji pria muda yang baru datang dari kota
dan menggebu-nggebu mengobral cinta.
seperti foto klasik masa kecilku
ditimbun debu dibalik dinding keropos rumahku kau mengingatku
seperti air hujan kau menghapus warnaku dari setiap dinding hatimu
yang seolah tulus tapi jujur mengakui aku adalah benalu.
rasaku menjelma menjadi rahasia didalamnya seperti intuisi
yang hanya dapat dibaca melalui isyarat
seperti saat jibril menyampaikan wahyu pada para nabi
merahasia cintanya kedalam makna-makna
seperti kalimat dalam kitab suci yang berbeda penafsiranya
dari ulama satu dan ulama lainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar