dulu kau paksa aq menggenggam hatiku yang runtuhdengan kalimat iba dan belas kasih.
kau berjanji atas nama tuhan,
menghadiahkanku kebahagiaan dan kelembutan tanpa syarat
seperti malaikat yang tak boleh berinisiatif dan hanya menerima mandat.
tak seharusnya maafmu kuterima saat itu.
seharusnya aq biarkan air matamu tumpah
karena itu adalah hadiah atas semua perlakuanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar