Kamis, 07 Juni 2012

dilema

seperti du sisi mata uang, ketiadaan salah satunya menentukan langkahku bernilai atau tidak.
beberapa orang mengatakan situasi ini seperti telur diujung tanduk (sebuah dilema) yang denganya aq selalu siaga dan menunggu kapan dan arah mana telur itu akan jatuh. celakanya, waktu berjalan kedepan, terus maju dan tidak pernah menoleh kebelakang. sulitnya, tidak ada ruang untuk berbagi apalagi berbeda pendapat.

Minggu, 29 Januari 2012

indahnya dirimu, berayun dengan tersenyum menyapaku, menyadarkan aku bahwa masih kauberikan sebagian senyuman-senyuman indah itu untukku.. sebagai pengantar mimpi, bukan awal sebuah teka-teki dan misteri yang harus aku pecahkan tipa hari...
14 inch, layar eletronikku hari ini dihiasi senyummu yang berayun dan tersenyum dan akan selalu begitu..
seperti itulah caraku mengakui kelemahanku..

sapa

tak kunjung kau menyapaku, menyeruak tabir isi hati yang sedang gundah ataupun marah
betapa insyaf diriku atas ikatan yang tidak masuk akal namun mengasyikkan ini,
bercampur luka yang silih berganti dengan kerinduan  yang terucap dengan suara-suara lirih.

mencair dan beku dengan tiba-tiba
menangis dan tertawa hanya dengan kalimat tanpa sentuhan jari-jari fiksi yang pernah menggoda
kamu begitu dingin, membeku namun sirna seperti angin.
asmaramu begitu panas seperti bara tanpa jilatan api yang memusnahkan.
aku tersipu dengan lamunanku sendiri
perasaan yang naif, entah mengapa aq suka
hanya dengan kalimat sapa, (harapanku)
aq kira sudah cukup menjadikanku lentera dengan sedikit sumbu yang akan menyala beberapa saat,


untuk menerangi hatiku sendiri,
bukan karena egois, namun wajahmu terlalu jauh dan jemariku takkan pernah mampu meraihnya.

Kamis, 26 Januari 2012

Sempurna

kusadari, cintaku untukmu semakin sempurna
senyum yang kauberikan padaku begitu nyata
tak usah kau tunjukkan murkamu, aq telah begitu lemah,
telah bersimpuh hatiku hanya dengan berimajinasi atas pandanganmu yang berkilauan.


sanjungan yang tak pernah akan kuberikan pada siapapun
kecuali hanya untukmu, yang telah mengambil seluruh jiwaku dan membiarkanya mati ditanganmu.

Selasa, 24 Januari 2012

mimpiku

bermimpi tentang kamu, aq hampir tak percaya, sudah bertahun2 aq tak pernah bermimpi tentang seseorang, diantara sakitku, kau hadir menemaniku. mengusap wajahku dan bercerita seolah kamu membacakan setumpuk memori tentang pertemuan kita dan waktu2 yang pernah kita lalui, selama hampir delapan jam aq tidur dan tidak sedetikpun mimpiku beringsut dari sentuhan tangan dan ucapan manismu hingga aq terbangun dan tersenyum.

Kamis, 19 Januari 2012

 kupu-kupu

bagiku kau seperti peri, memberikan keajaiban dan merubah diriku secara perlahan.
bermetamorfosa menjadikanku kupu2 dan membiarkanku mencarimu disela bunga2 yang begitu manis menyentuh bibirku.
begitu  ingin aq menemuimu, bercerita dan berlama-lama dengan suguhan gula2mu.
terlintas ciumanmu sepuluh tahun lalu, merapikan jiwaku yang kusut karena tlah begitu lama menyimpan hasrat.
pelukan sekejab yang membuatku mengingatmu untuk selamanya.

Kamis, 12 Januari 2012

 gadis
seorang gadis yang pernah membuatku jatuh hati sepuluh tahun lalu, dari matanya mengerlingkan permata dan wajah penuh cinta yang diadiahkan padaku sebagai orang kedua.
sebuah situasi yang sangat tidak menguntungkan bagiku namun aq tetap bersyukur dalam munajatku pada sang pencipta.
mengenalmu, adalah hal terbaik seperti menunggu saat-saat aq diwisuda tahun lalu. begitu haru, dan airmata bergantia...n menyapa pipi dan bibirku tak berhenti menggantikanya dengan kebanggaan dan kebahagiaan, kebahagiaan yang kamu berikan padaku yang membuatku merasa pantas untuk disakiti kesekian kalinya. kebanggaan bahwa aq telah mendapatkan cintamu walaupun kamu harus mengakhirinya.
terima kasih sayangku, aq telah ikhlas, telah aku berikan yang kamu minta atas cintaku namun tidak semuanya. karena aq sadar bahwa suatu saat aku akan menerima kenyataan sebaliknya dan biarlah aq masih punya sedikit rasa cinta itu untuk aku berikan pada bebrapa orang disampingku yang telah percaya bahwa aku mencintai mereka sepenuhnya.

Rabu, 14 Desember 2011



denting


dibalik lembutnya sutra yang ditenun dari tangan2 tua wajah hatimu aq bersembunyi.
 diantara anggun dan wangi tubuhmu yang memerah karena malu aq bersandar
 menatap sayu mata layu berair dan penuh haru
  menengadah diantara bunyi2 dentingan besi dari lonceng2 biara
 menghangatkan ingatanku atas setiap rasa sakit yang pernah kau himpun dan kau hujamkan tepat disebelah kiri dadaku
  aq telah menyatu dengan jiwamu, hingga setiap titik airmatamu yang jatuh kebumi mampu menggetarkan hatiku, seperti lonceng2 biara yang berbisik mengusik jiwa yang kau tahu telah mati bertahun tahun yang lalu.

Selasa, 13 Desember 2011

paduan senyum dan sinar matamu begitu sempurna,
kau hadiahkan suaramu seperti gamelan sinden jawa
yang mampu membuat anak2mu terlelap dan bermimpi menjadi raja brawijaya.





Jumat, 09 Desember 2011

ra iso pangling

pengen sedino karo sliramu, crito lan madakno loro seng wes dunung sebabe
pengen sedino ngrangkul awakmu, ndekek sirahku seng wes gak lumrah abote.
pengen sedino ora wedi kelangan awakmu, lumrahe sirsiran seng wes suwe ora ketemu wujute
pengen ngambung pipimu, seng ora weda'an neng katon ayu gak ono padane


pengen mbok cekel tanganku, karo ngongkon aku sabar karo uripku
pengen rasane tangisku mbok adai ng tanganmu
pengen rasane mbok critani karo turu neng antarane dadamu.


tenan, aq ra pangling karo awakmu
merem motoku tambah soyo gamblang pengelengku


duh gustiii...panggihaken kulo..marang tiyang engkang kulo tresnani,
kulo mboten kiat kaleh tresno engkang panjenengan sukani.
raos tresno puniko kadoso mboten saget maleh kulo benjani...

cermin

pernah aq mencibir temanku yang mengagung-agungkan seorang musisi
pelantun kisah cinta yang setiap fotonya dipampang didinding kamar dengan berbagai pose
tak henti-hentinya decak kagum dia ungkapkan padaku dalam berbagai versi cerita pertemuan
dari konser ke konser dan temu fans yang dianggapnya momen paling bersejarah dalam hidupnya.
aq bilang, "sampai kapan kamu dobodohi modus bisnis selebritis" ha..!
dan ribuan alasan menyeruak, membela, seolah dia pernah menolongmu saat terkena musibah.
hufh.. konyoll..
aq menaruh cermin di mukaku, mengamatinya, mencoba mengagumi diriku sendiri.
tak kutemukan satupun alasan, selain diriku yang pongah, dan tak mau mengerti.
tak ada satupun kebahagiaan pernah terlukis dikerutku
tak sekalipun bibirku berkata-kata manis bernada picisan.
heran aq, sejak kapan aq menjadi seperti ini?,
berkepala batu dan tak punya hati,
sejak kapan aq menjadi seperti ini?,
dengan kasar aq benturkan cermin ditanganku kedinding..
pyar...............
diam aq
tersadar aq,
pernah bahagia dengan sikap konyol itu.
saat mengagumi seorang perempuan  dengan segunung cinta dan segudang cemburu.

senandung usia

senandungmu, menimang imajinasi seolah berayun, maafkan aq, jika cintaku seperti harta karun dan dijaga sekawanan bajak laut seperti dongeng dalam parodi dan opera. aq hanya bingung harus aq bawa kemana semua rasa ini, karena bertemu denganmu berarti harus menerjang badai dan kapal yang aq bawa sudah lapuk diterpa usia

Kamis, 08 Desember 2011

Melihat celah kecil dinding kamarmu

mengendap dijalan kecil samping rumahmu saat magrib
seolah merayap namun tak berhenti menginjak pecahan genting
kripyakk....,
terdiam aq masih selangkah lagi aq bertemu dengan lobang kecil di dinding kamarmu..
selangkah yang menentukan, dan saat aku telah sampai, kau telah lebih dulu mengintipku dari balik celah kecil di dinding kamarmu..