dulu kau paksa aq menggenggam hatiku yang runtuhdengan kalimat iba dan belas kasih.
kau berjanji atas nama tuhan,
menghadiahkanku kebahagiaan dan kelembutan tanpa syarat
seperti malaikat yang tak boleh berinisiatif dan hanya menerima mandat.
tak seharusnya maafmu kuterima saat itu.
seharusnya aq biarkan air matamu tumpah
karena itu adalah hadiah atas semua perlakuanmu
Senin, 23 Mei 2011
Minggu, 22 Mei 2011
ketulusan bagiku
aq sudah berhenti menafsirkan mimpi
berjudi dengan logika
meraba hasrat lawan bicaraku
yang semakin piawai bermain rasa
tipu muslihat ini
membuatku terasing dan kesepian
kejujuran yang melegakan hati
sebuah kalimat asli yang tak mudah diproduksi
oleh rajutan karya sastra yang hiberbolis
aq telah mengamini kehendakku
merelakanya membuat teori-teori tentang alam semesta
aq telah menundukkan kepalaku
mengakui setiap ambisiku hanyalah imajinasi
aku telah menutup mataku dan berbicara dengan nurani.
Langganan:
Komentar (Atom)
